5 Aliran Filsafat Pendidikan yang Paling Umum

Filsafat Pendidikan merupakan suatu studi filsafat yang membahas terkait dengan Pendidikan. Dimana, ada banyak masalah Pendidikan tidak atau belum terjawab di cabang ilmu lain. Dalam hal ini, terdapat beberapa aliran filsafat Pendidikan yang menjadi penggolongan.

5 Aliran Filsafat Pendidikan yang Penting Diketahui

Tentunya, setiap aliran tersebut memiliki karakteristik, adapun penjelasannya bisa simak yang berikut:

1. Aliran Filsafat Perenialisme

Pertama, terdapat aliran Pendidikan yang dikenal dengan nama Perenialisme. Dalam aliran ini, memandang Pendidikan sebagai suatu jalan untuk kembali atau suatu proses pengembalian keadaan saat ini. Terdapat pendapat, bahwa perenialisme memberikan sumbangan pengaruh yang baik dalam praktek maupun teori kebudayaan serta Pendidikan sekarang.

Dengan begitu, Perenialisme merupakan sebuah hasil pemikiran yang akan membuat seseorang jadi lebih bersikap lurus dan tegas. Pada aliran ini, juga berpendapat mengenai tujuan dari adanya filsafat Pendidikan adalah mencari serta menemukan arah tujuan. Perenialisme didirikan oleh Aristoteles, yang selanjutnya didukung oleh para pembaru utama.

2. Aliran Rekonstruksionisme

Ada pula aliran filsafat Pendidikan yang dikenalkan oleh John Dewey lewat bukunya yakni reconstruction in Philosophy. Dimana, terdapat tokoh ada dalam aliran rekonstruksi yakni Harold Rugg, Caroline Pratt, serta George Count. Sebenarnya, aliran rekonstruksi memiliki prinsip pemahaman yang sama dengan Perenialisme.

Dimana, seperti pendapat Mohammad Noor bahwa keduanya memandang keadaan saat ini, kebudayaan terganggu oleh kebingungan, kehancuran serta kesimpangsiuran. Pada dasarnya, aliran Rekonstruksionisme merupakan aliran yang memiliki upaya untuk merubah susunan lama. Kemudian, merubahnya dengan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang memiliki corak lebih modern.

3. Aliran Pendidikan Eksistensialisme

Kata eksistensialisme dalam filsafat Pendidikan dikemukakan oleh Martin Heidegger yang merupakan filsuf dari Jerman. Eksistensialisme memiliki filsafat serta akar metodologinya dari pengembangan oleh Husserl yang bernama fenomenologi.

Banyak pengembang serta tokoh yang ada pada aliran eksistensialisme. Aliran Pendidikan Eksistensialisme ini merupakan reaksi dari idealisme serta materialisme. Secara khusus mendeskripsikan mengenai pengalaman serta eksistensi manusia menggunakan metode fenomenologi maupun cara manusia berada.

Pendapat materialisme diartikan bahwa benda dunia, serta manusia merupakan materi, dan menjadi subjek. Pandangan idealisme mengenai manusia yakni menjadi subjek. Eksistensialisme memiliki keyakinan bahwa manusia perlu berpangkalkan eksistensi. Dengan begitu, Eksistensialisme memiliki lukisan-lukisan yang kongkrit.

4. Aliran Pendidikan Progresivisme

Sebuah aliran filsafat Pendidikan yang bernama Progresivisme, memiliki arti secara umum untuk kemajuan-kemajuan dengan cepat. Aliran Progresivisme juga terkadang disebut Instrumentalisme.

Aliran yang satu ini memiliki anggapan bahwasanya kemampuan dari intelegensi manusia, menjadi alat untuk hidup. Selain itu, intelegensi sebagai upaya untuk mengembangkan kepribadian pada manusia.

Dalam Progresivisme ini, memiliki pandangan terhadap Pendidikan bahwa tidak hanya sekedar pemberian perihal sekumpulan pengetahuan kepada subjek. Namun, lebih dari itu hendaklah di dalamnya memiliki aktivitas yang akan mengarah kepada kemampuan berpikir. Aliran Progresivisme mempunyai kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan.

5. Aliran Pendidikan Esensialisme

Terdapat juga aliran filsafat mengenai Pendidikan yang bernama Esensialisme. Dimana filsafat ini didasarkan pemikirannya pada filsafat realisme Aristoteles dan idealisme Plato. Perbedaan utamanya dalam filsafat ini yakni pemberian dasar pijak terhadap Pendidikan yang fleksibel, terbuka pada perubahan.

Selain itu, Pendidikan yang erat dengan toleransi serta tidak terdapat adanya doktrin mengenai hal tersebut. Esensialisme ini muncul pertama kali sebagai reaksi mutlak serta dogmatis di abad pertengahan.

Esensialisme menginginkan manusia untuk kembali terhadap kebudayaan lama. Hal ini karena, kebudayaan lama telah memberikan kebaikan kepada manusia, termasuk pada Pendidikan.

Demikian uraian mengenai beberapa aliran filsafat Pendidikan yang dikenal. Setiap aliran-aliran tersebut memiliki arti yang berbeda. Namun, pada intinya setiap aliran filsafat tersebut menginginkan hal yang terbaik untuk pendidikan yang terbaik untuk manusia.

Baca Juga: Pengertian Ilmu Pendidikan dan Fungsinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *